#20 Tulisan Bebas : Dilema Menjadi Guru, Ini Salah Siapa?

Tulisan Bebas : Dilema Menjadi Guru, Ini Salah Siapa?

Yang kita tahu bahwa guru merupakan orang tua kedua murid di sekolah, tugas guru ialah mendidik siswa agar menjadi insan yang berguna yang memiliki moral dan tata krama. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, guru melakukan pengajaran dan arahan baik yang dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas. Namun tak jarang, siswa sulit sekali diajarkan dan diberi arahan, sehingga mereka biasanya melakukan perilaku maladaptif (tidak baik), kalau sudah begini sebagai guru tentunya kita harus menegur dan meluruskan perilaku tersebut baik teguran secara verbal atau hukuman secara langsung. Akan enak apabila siswa tersebut mudah untuk diluruskan, tapi bagaimana kalau siswa itu tetap kepala batu alias sulit untuk dinasihati?

Langsung saja, ini dia contoh kasus yang membuat dilema para guru khususnya guru BK, ckck.

(sumber : tribunneews)

Nah, ini adalah kasus yang pertama, seorang guru dipenjara hanya karena mencubit siswanya yang nakal, ckck.

(sumber : tribunnews)

Sebabnya, saat itu si guru (Bu Maya) hendak menunaikan sholat sunnah dan si anak tersebur bermain kejar - kejaran dan saling menyiramkan air bekas pel, wajar saja si guru geram sehingga kedua anak tersebut dipanggil ke ruang BK, dan akhirnya dicubit. Ketika pulang, si anak tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya, karena tidak terima laporan tersebut pun dilanjutkan ke pihak berwajib, dan akhirnya ..  yup, si guru di penjara. Miris

(sumber : merdeka.com)

Kasus kedua lain cerita, mereka tidak melapor ke orang tua tetapi malah ingin keroyok guru BK, mungkin mereka merasa sudah jadi jagoan. Anak - anak ini akan melakukan tawuran, dan sebelum aksi itu terlaksana ternyata guru BK di sekolah itu sudah mengendus atau mengetahui rencana dari anak - anak tersebut, tentu saja sebagai guru pastinya melarang, tapi apa yang terjadi? Anak - anak ini justru ingin mengeroyok si guru BK, ckck. Miris

Kalau melihat dari dua kasus diatas, tentu saja saya sangat miris. Entah apa yang terjadi dengan anak muda jaman sekarang, mereka semakin brutal. Berikut pendapat saya mengenai kasus diatas.

Kasus Pertama, mungkin beberapa dari teman - teman ada yang menyalahkan guru tersebut karena melakukan kekerasan secara fisik (mencubit), dan mengatakan bahwa 'kok gak ditegur aja? kok sampai main fisik? kan kasihan'. Heyy, asalkan teman - teman tahu, guru juga manusia, guru juga punya batas kesabaran. Tujuan dari cubitan tersebut adalah untuk memberikan efek jera untuk siswa tersebut, agar nantinya ia tidak mengulangi perilaku tersebut, mungkin memang sedikit kasar, toh itu demi kebaikan si siswa juga.

Selain itu, perilaku dari orang tua si siswa juga dapat dikatakan terlalu berlebihan (lebay). Hanya karena satu cubitan, ia langsung melaporkan ke pihak berwajib, ckck. Mungkin kalimat yang cocok untuk orang tua ini adalah 'Asalkan bapak tahu, kami sebagai pendidik tentunya menginginkan anak bapak menjadi anak yang baik, tidak mungkin kami sengaja menyakiti atau menyiksa anak bapak. Kalau memang anda belum siap untuk melepaskan anak anda disekolah, ada baiknya anda didik anak anda sendiri.' #booom

Kasus Kedua, entah apa yang ada di otak anak - anak ini, mereka ingin mengeroyok guru BK hanya karena guru BK tersebut melarang mereka melakukan aksi tawuran. Begini yah adik - adik, kalian pikir guru tersebut cuma asal ngelarang tanpa alasan, hey mikir. Tentunya kami sebagai pendidik tidak ingin kalian melakukan aksi tawuran, sebab banyak akibat negatif yang dihasilkan dari tawuran tersebut, misalkan saja .. yah kalian bisa saja mati alias meninggal. Nah, kalau kalian sudah mati bagaimana? Saya yakin pastinya akan ada yang menyalahkan pihak sekolah, orang - orang diluar sana akan mengatakan 'apa - apaan nih sekolah? ngejaga murid aja gak bisa? masa iya murid sampe tawuran gitu gak dilarang.'. Sungguh dilematis.

Jadi, intinya adalah sebagai manusia yang memiliki akal ada baiknya kita memikirkan dulu apa akibat dari tindakan yang akan kita lakukan, apabila akibat itu buruk maka lebih baik jangan dilakukan tapi kalau akibat itu baik maka segeralah lakukan.


Telesuri Kata Kunci / Incoming Search :
dilema jadi guru, kasus tentang guru bk, rugi menjadi guru bk
Previous
Next Post »