#29 Asumsi - Asumsi Penting Dalam Konseling

 Asumsi - Asumsi Penting Dalam Konseling

Asumsi adalah kebenaran yang dapat diterima tanpa adanya pembuktian empiris. Konselor perlu memahami asumsi - asumsi konseling agar ia tidak "salah langkah" dalam membantu klien selain itu, asumsi bermanfaat sebagai salah satu pedoman bagi konselor dalam melaksanakan konseling. George dan Cristiani (1990) menyebutkan lima asumsi dalam konseling, yaitu:

  1. Klien tidak dianggap orang yang sakit mental, tetapi memiliki kemampuan untuk memilih tujuan, membuat keputusan dan menerima tanggung jawab.
  2. Konseling difokuskan pada saat ini dan masa yang akan datang, bukan pada pengalaman masa lalu.
  3. Konselor bukan pemegang otoritas tetapi adalah partner klien dalam membahas dan merumuskan tujuan konseling.
  4. Konselor memiliki nilai, perasaan dan standar untuk dirinya, jadi ia secara moral tidak netral. Oleh sebab itu nilai, perasaan dan standar itu dikomunikasikan kepada klien.
  5. Konselor memfokuskan pada perubahan tingkah laku klien, bukan hanya membuat klien menjadi sadar, yang penting juga adalah adanya tindakan.
Baca juga artikel menarik lainnya :

Asumsi - asumsi tersebut dianggap belum cukup, sehingga saya menambahkan dua asumsi lagi, yaitu:

  1. Hakikat klien adalah fitrah (suci). Oleh sebab itu, dengan optimis konselor dapat melaksanakan konseling agar klien merasa nyaman karena keluhannya terselesaikan.
  2. Klien adakalanya belum memahami dirinya sehingga berbuat salah,melanggar atau menyimpang dari norma sehingga saya kurang setuju dengan prinsip klien tidak pernah salah karna hal itu tidak berlaku secara universal. adakalanya klien pernah salah.

Previous
Next Post »