#30 Ini Dia Tips Untuk Menghadapi PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)

ppl bimbingan konseling persiapan

Untuk mahasiswa keguruan semester atas tentunya PPL menjadi momok yang sangat di tunggu - tunggu, entah ditunggu karena bahagia akan langsung terjun ke sekolah atau bahkan ditakuti karena belum berani terjun langsung ke sekolah.

Nah, untuk sukses melakukan PPL tentunya perlu kesiapan yang sangat matang. Apa saja sih persiapannya? Ini dia beberapa persiapannya ..

#1. Pahami Mata Kuliah Yang Berkaitan Dengan Pengajaran
Beneran. PPL menjadi salah-satu ajang pembuktian betapa materi-materi dari mata kuliah itu penting pake ‘banget’ untuk dipahami. PPL juga menjadi momen pas untuk mempraktikkan teori-teori yang mahasiswa (khususnya FKIP) geluti seperti dalam Kurikulum Pembelajaran, Strategi Belajar – Mengajar, Evaluasi Pengajaran, Perencanaan Pengajaran, dst.

#2. Update Kurikulum termasuk RPP
Perkembangan kurikulum dan segala kebijakan di dalamnya memang mesti kita ‘follow’ ya. Hal tersebut selain sebagai upaya mendukung keberhasilan kurikulum, juga mengesankan betapa kita memang update hal-hal mengenai pendidikan. RPP juga mesti kita perhatikan ya.

Bagaimanapun, RPP menjadi ‘otak’ dibelakang proses mengajar seorang guru. Menjadi ‘guide’ tentang apa tujuan pembelajaran kita, bagaimana ‘skenario’ kegiatannya, materi apa yang hendak disampaikan, alat dan medianya apa, sumbernya dari mana, alokasi waktunya berapa, bagaimana cara mengevaluasinya, dst.

Tak hanya unsur itu, kita pun disarankan update terhadap teknis penyajian RPP. Contohnya baru-baru ini ada yang dinamakan dengan ‘RPP Berkarakter’. Meski tujuannya sama dengan RPP-RPP terdahulu, namun ada beberapa modifikasi yang mesti kita ikuti.

Baca Juga : RPL BK Layanan Klasikal Terbaru

#3. Persiapan - Persiapan
Persiapan di sini adalah persiapan jelang PPL, bukan jauh hari dari PPL. Mulai dari ‘kostum’ mengajar, guru pamongnya, kelas yang akan diajar, absensinya, jadwal mengajarnya, materi-materinya, buku panduannya, alat dan medianya, dst. Gak mau dong kalau kita salah masuk kelas? gak tahu jadwal? atau juga gak tahu materi pengajarannya?

#4. Be A Good Person!
Ketika menjadi mahasiswa praktikan PPL, kita akan banyak menemui orang-orang baru nan asing. Dianjurkan untuk ‘mengendalikan’ sikap. Meski aslinya kita itu urakan dan ceplas-ceplos, kalau bisa, tahan dulu sampai kita benar-benar akrab dan larut dalam pergaulan bersama mereka. Mereka itu siapa? Ya mulai dari Kepala Sekolah mitra, guru-gurunya, guru pamongnya, rekan sesama praktikan PPL, ibu-bapak kantin, bapak satpam, pengelola kebun, pengelola kebersihan dan para siswa itu sendiri.

Tapi menjadi baik tak berarti harus menjadi orang lain. Maksudnya gak perlu pencitraan juga. Baiknya jadi diri sendiri dengan posisi sebaik mungkin pada setiap orang. Berbaur, suka menolong, gak sombong, rajin menabung, dsb.

#5. Komunikasi dan Interaksi Ketika KBM (Kegiatan Belajar – Mengajar)
Hal ini terlihat sederhana, namun ternyata penting sekali. Ada kalanya sebagai guru, kita mesti membangun komunikasi dan interaksi ketika KBM. Entah itu sekadar menanyakan kabar, kesulitan materi, review pelajaran yang lalu, mendiskusikan masalah kelas, keluhan mereka, membicarakan ekskul, membahas isu-isu terkini (baiknya sih yang berkaitan dengan materi), dst.

Komunikasinya bisa ke seluruh siswa atau ke masing-masing pribadi siswanya. Disarankan sekali guru bisa menghapal nama-nama siswanya, jadi tidak melulu menyebutkan nama-nama siswa tertentu. Yang pintar saja, yang di bangku depan saja, yang punya jabatan di ekskul saja, yang neko-neko saja, dst. Tidak, Mesti semuanya, ya.

#6. Enggak Cuma Aktif di KBM
Menjadi guru ternyata tak hanya berurusan di kelas saja. Kadang, kita mesti eksplor diri dalam ranah di luar kelas. Tentang fasilitas luar kelas yang mendukung pembelajaran, penasihat dalam kegiatan intrakurikuler siswa juga menjadi pembina/pendamping dalam kegiatan ekstrakurikuler mereka.
#7. Laporan - Laporan
Membuat laporan itu memang satu sisi memang sedikit repot, namun di sisi lain menjadi salah-satu tanda bahwa PPL itu akan segera berakhir. Yeah…

Supaya tak terlalu repot, jangan andalkan waktu-waktu akhir. Di awal kegiatan pun, alangkah baiknya kita tak lepas mendokumentasikan segala data yang diperlukan. Biar nanti di akhir, tinggal menyusun saja. Lalu, tak lupa kita ikuti aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya laporan tersebut mesti dalam kertas apa, jilidnya bagaimana, margin berapa, spasinya berapa, hurufnya apa, dst.

Gak lupa, buat cadangan data laporan. Ya namanya juga hidup, banyak hal yang tak terduga. Siapa tahu kita sudah membuat laporan, namun ternyata flash disk-nya hilang. Uh, kesel kan jadinya? Demi meminimalisir petaka tersebut, tak ada salahnya kita simpan data-data penting dalam flash disk, CD, komputer/netbook/laptop, draft email atau blog, dst.

Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
October 31, 2016 at 9:52 AM ×

Wah thanks banget artikelnya 😂,praktik kerja lapangan ada ga?

Reply
avatar
Muh Fjr
admin
October 31, 2016 at 10:26 AM ×

sama - sama mas panjul, untuk saat ini tentang PPL dulu yah mas hehe

Reply
avatar