#31 Dasar - Dasar Bimbingan dan Konseling (Pengertian, Fungsi, Jenis, Tujuan)

definisi bimbingan konseling lengkap

Bimbingan konseling itu apa sih? Sepertinya masih banyak yang tidak tahu apa itu bimbingan konseling atau yang disingkat BK. Nah kali ini saya akan membahas tentang dasar - dasar bimbingan dan konseling, yup akan membahas ulang tentang pengertian bimbingan konseling, asas bimbingan konseling, fungsi bimbingan dan konseling dan lain sebagainya.  Sebenarnya pembahasan ini sudah pernah di posting di artikel berikut (BK Komprehensif).

Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan sehingga mencapai kehidupan yang bermakna.

Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.

Fungsi Bimbingan dan Konseling
  • Fungsi Pemahaman, memahami Karakteristik/Potensi/Tugas-tugas perkembangan Peserta didik dan membantu mereka untuk memahaminya secara objektif/realistik
  • Fungsi Preventif, memberikan Layanan orien-tasi dan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik agar mereka tercegah dari masalah
  • Fungsi Pengembangan, memberikan Layanan Bimbingan untuk Membantu Peserta didik Mampu Mengembangkan potensi dirinya/Tugas-tugas perkembagannya
  • Fungsi Kuratif, membantu para Peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (pribadi,sosial, belajar,atau karir)
Baca juga artikel menarik lainnya :

Jenis – Jenis Bimbingan dan Konseling
Bimbingan akademik, bertujuan:
  • Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.
  • Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
  • Memiliki keterampilan belajar yang efektif.
  • Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.
  • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
  • Memiliki keterampilan membaca buku. 
    Bimbingan pribadi/social, bertujuan:
    • Mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
    • Memiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dg positif.
    • Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif
    • Memiliki sikap respek thd diri sendiri
    • Dapat mengelola stress
    • Mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agama
    • Memahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajar
    • Memiliki kemampuan memecahkan masalh
    • Memiliki rasa percaya diri
    • Memiliki mental yang sehat
    Bimbingan karier, bertujuan:
    • Memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.
    • Memiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasi untuk meraih masa depan.
    • Memiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.
    • Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan.
    • Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.
    • Memiliki sikap positif terhadap pekerjaan.
    • Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.
    • Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.
    Bimbingan keluarga, bertujuan:
    • Memiliki sikap pemimpin dalam keluarga
    • Mampu memberdayakan diri secara produktif
    • Mampu menyesuaikan diri dengan norma yang ada dalam keluarga
    • Mampu berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.
    Tujuan  Bimbingan dan Konseling
    • Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
    • Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
    • Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
    • Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
    • Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.
    • Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
    • Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
    • Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.
    • Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.
    • Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.


    Refrensi : http://www.sarjanaku.com/2011/01/pengertian-bimbingan-konseling.html
    Previous
    Next Post »