#47 Tantangan Menjadi Guru BK Semakin Berat

Tantangan Menjadi Guru BK Semakin Berat

Beban kerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau konselor paling sedikit bertambah 150 peserta didik per tahun  pada satu atau lebih satuan pendidikan. Itu artinya, akan semakin berat tantangan ke depan untuk menjalani profesi ini.

Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang Mahmudi mengemukakan hal itu dalam diskusi panel "Pemangku Jabatan Guru BK" di aula Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Unnes kampus Sekaran, Sabtu (2/4). Diskusi diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes.

Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang Mahmudi mengemukakan hal itu dalam diskusi panel "Pemangku Jabatan Guru BK" di aula Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Unnes kampus Sekaran, Sabtu (2/4). Diskusi diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes.

"Selain bertambahnya peserta didik, juga semakin tinggi tingkat kenakalan siswa pada zaman sekarang. Maka semakin berat pula tantangan yang akan dihadapi guru BK di masa mendatang," katanya. Selain bertambahnya peserta didik, imbuh Mahmudi, ternyata di lapangan yang bertindak sebagai guru BK tidak hanya lulusan BK. "Guru elektro,  guru bahasa, dan guru lainya yang bukan dari bidang BK pun menjadi guru BK. Ini juga menjadi tantangan sekaligus akan menjadi usulan bersama supaya pengadaan guru BK kedepan lebih selektif lagi."

Mahmudi juga menginformasikan bahwa guru BK di Kota Semarang masih kekurangan. Di tingkat SMP, masih ada kekurangan 17 orang. "Di SMK tercatat sebanyak 46 orang, sementara yang dibutuhkan 56 orang. Untuk SMA sudah cukup," katanya sambil memperlihatkan tabel informasi.

Baca juga :
Previous
Next Post »