#60 Alasan Mengapa Tak Perlu Takut Berurusan Dengan Guru Bimbingan Konseling (BK)


Bimbingan Konseling atau yang biasa disingkat dengan BK merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Konselor sendiri yaitu seseorang yang ahli yang memberi bantuan kepada individu yang memiliki masalah. Sedangkan konseli yaitu individu yang memiliki masalah tersebut.             

Bimbingan Konseling (BK) sudah mulai kita temukan di jenjang Sekolah Dasar (SD), namun hanya sebagian Sekolah Dasar (SD) yang sudah memiliki Bimbingan Konseling (BK). Seringkali kita menemukan BK ketika kita mulai duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ( SMP) dan juga Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun ketika sudah duduk di bangku kuliah, BK hanya berperan sebagai pengantar pendidikan saja, tidak seperti BK yang kita temui di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas ( SMA).             

Sering kita jumpai teman-teman kita takut apabila sudah berurusan dengan Bimbingan Konseling (BK). Ketika ada panggilan “ hei, kamu disuruh ke ruang Bimbingan Konseling (BK) sama pak A” misalnya, langsung anak tersebut akan heboh sendiri dan bingung tentang kesalahannya dan apa yang harus dilakukan. Untuk siswa yang sering sekali absen dalam pelajaran atau hampir tidak pernah masuk sekolah pasti menjadi langganan keluar masuk ruang BK, bahjan juga terkadang orang tuanya juga ikut dihaditkan di sekolah agar tahu bagaimana kelakuan anaknya karena terkadang orang tua hanya tahu anaknya sekolah tanpa tahu kebenaran yang terjadi. Baru ketika mendapat laporan dari BK para orang tau tahu bagaimana kelakuan anak-anak mereka yang bermasalah.             

Bukan hanya itu saja, seringkali ketika datang sekolah terlambat, sudah ada guru BK yang menanti di depan gerbang sambil membawa tongkat dan sudah mewanti-wanti dari kejauhan murid yang terlambat tersebut. Ya, sudah jelas bahwa mereka yang terlambat akan menerima hukuman dari guru BK yang telah menanti didepan gerbang. Bukan hanya berupa hukuman, namun guru BK juga akan memberikan poin kepada siswa yang terlambat tersebut. Sering juga kita temui anak laki-laki yang rambutnya terlampau panjang dari yang ditentukan oleh sekolah sering kali mendapatkan “potong rambut gratis” dari guru BK.  

Potong rambut gratis tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan kemauan si anak karena memang itu sebagai hukuman anak karena tidak mematuhi peraturan. Untuk anak perempuan, seringkali masalahnya terletak pada “ pendeknya baju dan rok yang dipakai ” terkadang juga ada seorang murid yang seragamnya sekolahnya mengenakan kerudung tetapi rambutnya ada sedikit dikeluarkan dengan sengaja, maka guru BK tak akan segan-segan memerikan “ potong rambut gratis ” seperti yang terjadi kepada murid laki-laki.  Hal-hal semacam itulah yang membuat siswa-siswi di sekolah menjadi takut dengan guru BK. Dari ketakutan tersebut terkadang juga akan timbul rasa benci kepada guru BK. Padahal, kalau kita perhatikan sebelumnya, hanya anak-anak yang tidak mau menaati peraturan dan seenaknya saja bertingkah laku di sekolah yang selalu menjadi sasaran guru BK.  

Sebenarnya, tugas guru BK itu sangatlah mulia. Bukan hanya memberi hukuman seperti yang umumnya kita ketahui selama ini, melainkan tugas yang sangat bermanfaat bagi kita. Tugas guru BK yaitu membimbing, mengatur, menunjukkan, mengarahkan, dan tak lupa juga menuntun kita dengan membrikan nasihat. Cara menghukum seperti yang telah tercantum diatas adalah cara guru mengatur siswa yang memang sangat sulit untuk dikendalikan dalam menaati tata tertib yang berlaku di sekolah. Guru BK membimbing kita dengan cara memberikan nasihat-nasihat yang baik ketika memberikan materi saat jam pelajaran BK berlangsung.             

Ketika kita bingung untuk menentukan jenjang pendidikan selanjutnya, contohnya dari yang lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) bingung memilih Sekolah Menengah Atas ( SMA) atau yang akan lulus SMA bingung menetukan universitas mana yang akan dipilih, juga tak luput dari peranan guru BK. Mencarikan info dan terkadang juga mencocokkan dengan karakter kita dan membantu memilih mana jenjang lanjutan yang pas untuk kita. Bukan hanya itu, ketika hendak daftar di universitas manapun, guru BK yang menjadi sasaran kita karena BK yang mengaturkan formulir, cara mendaftar dan lain sebagainya. Ketika kita berhasil masuk ke universitas yang kita inginkan, guru BK pasti ikut senang. Apabila kita belum berhasil masuk ke universitas yang kita inginkan, guru BK akan selalu membantu kita bagaimana agar kita tetap bisameneruskan ke jenjang yang lebih tinggi yang sesuai dengan karakter dan keinginan kita.

Jadi, sebenarnya guru BK itu baik kan? Kalau saja kita selalu menaati peraturan yang berlaku di sekolah dan tak pernah melanggar sekalipun? Jadi hilangkahlah pikiran bahwa guru BK itu menyeramkan dan menakutkan karena itu hanya pikiran siswa yang tidak pernah menaati peraturan yang ada. Taati peraturan dan selalu mendengarkan nasihat-nasihat yang diberikan oleh guru BK. Dengan begitu semua akan berjalan dengan baik-baik saja dan kita bisa membanggakan orang tua tanpa pernah membuatnya malu dengan ulah kita di sekolah.

Sumber : http://www.kompasiana.com/sayy/mengapa-harus-takut-bimbingan-konseling-bk_58a5964dd37a61ba1dadaefe
Previous
Next Post »