#79 Organisasi dan Administrasi Dalam BK


Bimbingan dan konseling merupakan upaya yang dilakukan sekolah dalam prosesnya yakni membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk menyelesaikan masalahnya maupun dalam mengembangkan karir siswa. Bimbingan dan konseling yang sering kita sebut dengan BK merupakan bagian dari organisasi yang tidak bisa lepas kaitannya dengan administrasi yang mengatur dan menyusun secara sistematis apa saja yang dibutuhkan dalam proses bimbingan dan konseling. Hal ini bertujuan agar apapun yang sudah dirancang dan disusun dapat terealisasikan dengan baik dan berhasil. Pola yang disusun dalam bimbingan dan konseling dapat disesuaikan dengan budaya sekolah masing-masing, pola-pola tersebut seperti :
Pola organisasi BK dengan memanfaatkan guru sebagai tenaga pendidik untuk memberikan bimbingan langsung terhadap murid. Kepala sekolah sebagai kepala dari penyelenggara bimbingan dalam kelas ini berkewajiban untuk mengawasi agar para guru juga memiliki rasa tanggung jawab untuk memberikan bimbingan menyangkut masalah-masala maupun pengembangan diri siswa yang berada dikelas, hal ini bersifat wajib bagi setiap guru. Namun jika dalam penyelesaiannya dirasa terlalu berat dan memerlukan bantuan orang lain guru dapat melakukan kerjasama dengan orang tua murid.

Pola organisasi BK dengan menggunakan seorang konselor di berbagai sekolah, pola ini didasari atas kerjasama dari berbagai sekolah yang memungkinkan adanya seorang konselor yang dapat membantu di beberapa sekolah untuk melakukan bimbingan dan konselir di beberapa sekolah.

Pola organisasi BK dengan menggunakan konselor di sekolah masing-masing. Yakni  dengan menyediakan tempat dan tenaga khusus seorang konselor.
Bisa dikatakan bahwa administrasi BK ini merupakan sebuah alur lalu lintas kerja untuk menggerakkan personil  agar dalam proses bimbingan dapat berjalan secara efektif, efisien dan berkesinambungan. kegiatan administrasi ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan administrasi pada umumnya yakni mencatat, mengumpulkan informasi mengenai data siswa, mengola data siswa hingga penyimpanan data tersebut.

Sebagai contoh kegiatan administrasi ini adalah ketika seorang siswa baru masuk dalam sekolah informasi mengenai data diri akan dikumpulkan di arsipkan oleh BK untuk nantinya apabila dibutuhkan ketika siswa menjalani proses belajar di dalam sekolah selama beberapa tahun kedepan. Mengumpulkan, mengolah dan menyimpan  data diri siswa  mengenai kegiatan bimbingan maupun konsultasi oleh setiap individu maupun kelompok siswanya hingga wali murid.

Catatan atau dokumen yang sudah dikumpulkan tersebut akan dilaporkan kepada kepala sekolah setiap bulannya. Jadi secara tidak langsung  Kegiatan pengumpulan dan pengolahan  data siswa dan wali murid,  juga perlu diperhatikan hingga  melibatkan keseluruhan pola interaksi dalam organisasi BK.

Sumber : https://www.kompasiana.com/dewiaulahikmah/5a142f8063b24868fa3d2c82/organisasi-dan-administrasi-dalam-bk-bagaimana-bisa

Newest
Previous
Next Post »